Pemerintah Percepat Upaya Pencegahan Banjir Susulan

Meski rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir Sumatera menunjukkan kemajuan, Tito mengingatkan bahwa wilayah-wilayah terdampak masih berpotensi mengalami banjir susulan seiring tingginya curah hujan menjelang akhir tahun.

Banjir susulan bahkan telah terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kota Padang, Kabupaten Solok, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Akibatnya, sejumlah ruas jalan dan jembatan yang sebelumnya telah diperbaiki kembali mengalami kerusakan.

Untuk mengantisipasi banjir susulan, pemerintah akan memprioritaskan normalisasi 137 sungai di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi sedimentasi di sungai-sungai terdampak, yang berisiko mempersempit aliran sungai dan memicu luapan air.

Karena itu, Tito meminta Kementerian PU mempercepat penanganan sungai yang mengalami sedimentasi guna mengurangi risiko banjir susulan. Langkah ini diperlukan agar kerusakan infrastruktur tidak terus berulang dan upaya rehabilitasi serta rekonstruksi dapat berjalan lebih optimal.

β€œBegitu sedimennya tinggi, ada curah hujan tinggi, dia meluber menjadi banjir. Artinya ada terus susulan-susulan (bencana) dan kita sedang bekerja (menangani itu),” katanya.