NADIKABAR.COM β Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menyampaikan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di tiga provinsi di Sumatera yang terdampak banjir pada akhir November 2025 terus menunjukkan kemajuan.
Dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, yang diterima di Jakarta, Senin, Tito menjelaskan bahwa dari sisi infrastruktur, jalan dan jembatan yang terdampak secara umum telah kembali berfungsi.
Perbaikan tersebut dilakukan melalui kerja sama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan berbagai unsur lainnya.
βJembatan, jalan rata-rata semuanya sudah fungsional, kecuali beberapa jembatan daerah dan ini dikeroyok semua, baik oleh PU, TNI, Polri semua bergerak,β kata Tito saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Sumatera, Senin.
Kendati demikian, sejumlah jembatan daerah masih memerlukan penanganan lebih lanjut, terutama karena beberapa di antaranya kembali terdampak bencana susulan.
Selain infrastruktur, Tito menyampaikan layanan dasar di wilayah terdampak banjir juga berangsur pulih.
Dia mencontohkan aktivitas pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang yang sebelumnya terganggu akibat timbunan lumpur telah kembali berjalan. Kabupaten tersebut sebelumnya merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat bencana.
Tito juga menjelaskan layanan komunikasi seluler telah pulih, sementara sebagian besar fasilitas kesehatan telah kembali beroperasi. Namun, enam puskesmas pembantu di Sumatera Utara masih memerlukan penanganan lebih lanjut.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, dalam rapat yang sama, mengatakan pembangunan kembali sekolah-sekolah terdampak serta penyediaan hunian tetap dan hunian sementara berjalan sesuai rencana.
Berdasarkan laporan kepala daerah dan perkembangan di lapangan, Sugiono menyebut realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak banjir Sumatera telah mencapai 96β98 persen dari target.
"Memang, (rehabilitasi dan rekonstruksi) di beberapa tempat harus kami lakukan akselerasi, tapi saya kira semua itu bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan yang kami harapkan," jelas Sugiono.
Berdasarkan data Satgas PRR per 26 Oktober 2026, banjir yang terjadi pada akhir tahun lalu berdampak pada 53 kabupaten/kota, 498 kecamatan, dan 4.533 desa/kelurahan. Meski demikian, seluruh pengungsi yang sebelumnya berjumlah lebih dari 2 juta jiwa kini telah kembali ke rumah atau tempat tinggal lainnya, sehingga tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda.
Pemerintah Percepat Upaya Pencegahan Banjir Susulan
Meski rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir Sumatera menunjukkan kemajuan, Tito mengingatkan bahwa wilayah-wilayah terdampak masih berpotensi mengalami banjir susulan seiring tingginya curah hujan menjelang akhir tahun.
Banjir susulan bahkan telah terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kota Padang, Kabupaten Solok, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Akibatnya, sejumlah ruas jalan dan jembatan yang sebelumnya telah diperbaiki kembali mengalami kerusakan.
Untuk mengantisipasi banjir susulan, pemerintah akan memprioritaskan normalisasi 137 sungai di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi sedimentasi di sungai-sungai terdampak, yang berisiko mempersempit aliran sungai dan memicu luapan air.
Karena itu, Tito meminta Kementerian PU mempercepat penanganan sungai yang mengalami sedimentasi guna mengurangi risiko banjir susulan. Langkah ini diperlukan agar kerusakan infrastruktur tidak terus berulang dan upaya rehabilitasi serta rekonstruksi dapat berjalan lebih optimal.
βBegitu sedimennya tinggi, ada curah hujan tinggi, dia meluber menjadi banjir. Artinya ada terus susulan-susulan (bencana) dan kita sedang bekerja (menangani itu),β katanya.