Disebutkan pula, hampir 37 persen rumah di Indonesia menggunakan seng dan sisanya memakai asbes, kemudian menggunakan bahan alami seperti papan dan bambu, serta dedaunan seperti ijuk dan jerami.
Provinsi Jawa Barat, katanya, sebenarnya memiliki jumlah rumah pengguna genteng terbanyak, lebih dari 13 juta rumah. Namun jika dipersentasekan, baru sekitar 87 persen di wilayah Jawa Barat yang menggunakan genteng tanah liat.
Sedangkan persentase tertinggi penggunaan genteng tanah liat itu ada di Yogyakarta yang mencapai 97 persen, disusul Jawa Timur 95 persen.
Tito mengatakan, genteng tanah liat termasuk pilihan terbaik untuk penutup atap rumah. Di antara keunggulannya, tidak menimbulkan berisik saat hujan, adem, indah, serta layak untuk hunian.