NADIKABAR.COM — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan penggunaan genteng tanah liat di wilayah Jawa Barat baru mencapai 87 persen, meski Jabar dikenal sebagai daerah sentra genteng tanah liat.

"Persentase rumah-rumah yang menggunakan atap genteng sebanyak 57 persen di Indonesia," kata Tito saat pelepasan 125 truk yang mengangkut genteng produk UMKM lokal di Kabupaten Purwakarta, Jabar, Jumat.

Ia menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Gentengisasi karena prihatin dengan banyaknya rumah yang masih menggunakan atap seng. Jenis atap tersebut membuat rumah menjadi panas dan mengurangi keindahan.

Menurut dia, persentase rumah-rumah yang menggunakan atap genteng sebanyak 57 persen di Indonesia.

Disebutkan pula, hampir 37 persen rumah di Indonesia menggunakan seng dan sisanya memakai asbes, kemudian menggunakan bahan alami seperti papan dan bambu, serta dedaunan seperti ijuk dan jerami.

Provinsi Jawa Barat, katanya, sebenarnya memiliki jumlah rumah pengguna genteng terbanyak, lebih dari 13 juta rumah. Namun jika dipersentasekan, baru sekitar 87 persen di wilayah Jawa Barat yang menggunakan genteng tanah liat.

Sedangkan persentase tertinggi penggunaan genteng tanah liat itu ada di Yogyakarta yang mencapai 97 persen, disusul Jawa Timur 95 persen.

Tito mengatakan, genteng tanah liat termasuk pilihan terbaik untuk penutup atap rumah. Di antara keunggulannya, tidak menimbulkan berisik saat hujan, adem, indah, serta layak untuk hunian.

Sementara mengenai program Gentengisasi ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebutkan sudah ada 2,5 juta genteng tanah liat yang dipesan dari daerah sentra genteng tanah liat di wilayah Jawa Barat.

Pemesanan genteng tanah liat tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan material bangunan dalam program pembangunan perumahan dan bedah rumah.

Sebanyak 500 ribu genteng di antaranya dipesan dari Plered, Purwakarta dan dari Jatiwangi, Majalengka dipesan sebanyak 2 juta genteng.