"Alhamdulillah rumah sakit kita bisa operasikan kembali semuanya dalam waktu 1 bulan. Kenapa rumah sakit ini penting? Karena pada saat bencana yang gawat-gawat memiliki risiko wafat itu harus cepat kita tangani ya. Ada juga layanan-layanan yang tidak boleh berhenti. Misalnya operasi itu kan nggak boleh berhenti. Ibu melahirkan itu enggak bisa berhenti gitu kan. Cuci darah itu enggak bisa berhenti," ujarnya.

Budi juga mengapresiasi peran Tito dalam mengoordinasikan pemulihan bersama kementerian terkait dan pemerintah daerah. Menurutnya, koordinasi diperlukan karena proses pemulihan melibatkan berbagai pihak, termasuk kementerian yang menangani pekerjaan umum dan keuangan.

"Saya terima kasih ini kepada Pak Mendagri yang sudah mengkoordinasikan kita karena kadang-kadang butuh koordinasi dengan PU Kementerian, Keuangan, itu Pak Mendagri sebagai kepala satgas efektif sekali melakukan fungsi koordinasi ini," ujar Budi.

Budi turut menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah serta tenaga kesehatan yang terus bekerja memulihkan pelayanan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. "Saya juga terima kasih ke seluruh kepala daerah yang saya tahu hidupnya sangat susah gitu tapi sudah terus bekerja untuk mengembalikan layanan kesehatan masyarakat dan terutama untuk seluruh tenaga kesehatan, tenaga medis yang ada di daerah ya teman-teman dari Dinas kesehatan, dokter-dokter di rumah sakit, puskesmas," ujarnya.