NADIKABAR.COM — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di Sumatera hampir tuntas. Seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) dan puskesmas disebut telah kembali beroperasi, sementara enam posko kesehatan masih dalam proses pemulihan.
Hal itu disampaikan Tito usai rapat dengan para kepala daerah di tiga provinsi yang terdampak bencana Sumatera yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026). Rapat itu juga dihadiri Menkes Budi Gunadi Sadikin.
"Ada puluhan rumah sakit umum daerah ada ratusan puskesmas, ada ratusan puskesmas pembantu tingkat desa. Kalau puskesmas tingkat kecamatan ya yang terdampak tapi alhamdulillah Pak Menkes bergerak," kata Tito.
Tito mengaku telah beberapa kali turun langsung ke lapangan bersama Budi untuk memantau proses pemulihan. Kementerian Kesehatan, katanya, turut memanfaatkan anggaran reguler serta dukungan dari pihak nonpemerintah untuk mempercepat pemulihan.
"Saya turun langsung dengan beliau seringkali dan beliau langsung bergerak dengan timnya mengirimkan relawan kesehatan dari Jakarta. Kemudian juga turun langsung bahkan sebelum ada anggaran untuk rehabilitasi-rekonstruksi turun," ujarnya.
"Beliau juga sudah menggunakan anggaran beliau sendiri reguler maupun juga dari non pemerintah yang digalang oleh beliau sehingga terjadi percepatan pembangunan beroperasinya RSUD hampir 100% semua puskesmas 100% tinggal 6 posko," lanjutnya.
Tito menambahkan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi masih terus dikebut. Tahapan perbaikan tersebut ditargetkan rampung pada 2028.
Selain pemulihan fasilitas kesehatan, Tito meminta kepala daerah mempercepat penggunaan dana bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan pascabencana.
"Ada yang sudah sampai 60% terima kasih uangnya dipakai dari bantuan presiden. Tapi ada juga yang masih di bawah 10% padahal ini sudah bulan Oktober pertengahan. Nah, dengan adanya Zoom meeting ini ya saya berharap teman-teman kepala daerah terpancing sambil kami juga melakukan pendampingan turun supaya mereka gunakan uangnya," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut bencana di Sumatera berdampak pada hampir 100 rumah sakit, 1.000 puskesmas, dan 2.000 puskesmas pembantu. Sejumlah fasilitas kesehatan sempat berhenti beroperasi akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana.
"Alhamdulillah rumah sakit kita bisa operasikan kembali semuanya dalam waktu 1 bulan. Kenapa rumah sakit ini penting? Karena pada saat bencana yang gawat-gawat memiliki risiko wafat itu harus cepat kita tangani ya. Ada juga layanan-layanan yang tidak boleh berhenti. Misalnya operasi itu kan nggak boleh berhenti. Ibu melahirkan itu enggak bisa berhenti gitu kan. Cuci darah itu enggak bisa berhenti," ujarnya.
Budi juga mengapresiasi peran Tito dalam mengoordinasikan pemulihan bersama kementerian terkait dan pemerintah daerah. Menurutnya, koordinasi diperlukan karena proses pemulihan melibatkan berbagai pihak, termasuk kementerian yang menangani pekerjaan umum dan keuangan.
"Saya terima kasih ini kepada Pak Mendagri yang sudah mengkoordinasikan kita karena kadang-kadang butuh koordinasi dengan PU Kementerian, Keuangan, itu Pak Mendagri sebagai kepala satgas efektif sekali melakukan fungsi koordinasi ini," ujar Budi.
Budi turut menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah serta tenaga kesehatan yang terus bekerja memulihkan pelayanan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. "Saya juga terima kasih ke seluruh kepala daerah yang saya tahu hidupnya sangat susah gitu tapi sudah terus bekerja untuk mengembalikan layanan kesehatan masyarakat dan terutama untuk seluruh tenaga kesehatan, tenaga medis yang ada di daerah ya teman-teman dari Dinas kesehatan, dokter-dokter di rumah sakit, puskesmas," ujarnya.