Data terbaru menunjukkan 108 jiwa meninggal akibat dampak tidak langsung pascagempa di pengungsian maupun posko.
Kabupaten Manggarai mencatat angka tertinggi dengan 44 kematian, disusul Manggarai Timur (33 orang) dan Nagekeo (20 orang).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat akumulasi korban jiwa akibat guncangan gempa bumi itu di antaranya meninggal dunia secara tidak langsung atau setelah sempat penanganan medis.
Korban sebagian besar adalah kelompok lanjut usia dan anak-anak. Adapun berdasarkan keterangan dari pemerintah daerah setempat mereka mengidap penyakit saluran pernapasan, seperti pneumonia-diare akibat cuaca ekstrem serta lingkungan pengungsian yang berdebu dan sanitasi kurang memadai.