Dari tema global UNESCO, Menteri Mu'ti menyebut tema tersebut diadaptasi menjadi "Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera". Sesama diartikan sebagai upaya agar tidak ada seorang pun yang tertinggal dari kesempatan belajar melalui inklusi, literasi kritis, dan dialog antar generasi.

Semesta bermakna sebuah usaha agar pengetahuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui literasi iklim, konservasi, dan aksi keberlanjutan yang nyata.

Terakhir, sejahtera diartikan sebagai upaya agar tiap orang terus berusaha untuk memiliki kecakapan hidup, literasi finansial, wirausaha, dan keterampilan digital. Berbagai keterampilan ini penting agar setiap orang mampu bekerja, berkarya, dan hidup lebih baik lagi.

"Tema 3S ini menjadi rumah gerakan yang ringkas, mudah diingat, dan kontekstual bagi satuan pendidikan, komunitas, dan seluruh masyarakat Indonesia," kata Mu'ti.