Menurutnya, manfaat MBG di lingkungan pendidikan diharapkan tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan gizi. Program ini juga diharapkan dapat mendukung semangat belajar siswa dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Selain mendorong kehadiran siswa, Abdul Mu'ti menilai program MBG dapat menjadi sarana untuk menanamkan pendidikan karakter sejak dini.
Pelaksanaan MBG di sekolah, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan positif dalam keseharian siswa. Mulai dari mengantre dengan tertib, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, hingga menghargai makanan yang disajikan.
"Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana makan bergizi gratis ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antri, bagaimana mereka membiasakan hidup bersih," ujar Abdul Mu'ti.
Dia berharap pembiasaan tersebut dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten di sekolah.
Dengan demikian, pelaksanaan MBG diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi siswa. Selain memperoleh makanan bergizi, anak-anak juga dapat belajar menerapkan perilaku positif yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.