NADIKABAR.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengingatkan satuan pendidikan untuk memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar untuk mendukung penerapan pembelajaran mendalam sekaligus menumbuhkan karakter dan kepedulian murid terhadap lingkungan.

“Namanya deep learning itu antara lain terintegrasi dengan penciptaan lingkungan sekolah yang disebut dengan hidden curriculum,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Selasa.

Ia mengusulkan pemasangan papan informasi pada pohon-pohon di lingkungan sekolah yang memuat nama pohon, nama ilmiah, karakteristik, hingga manfaatnya agar murid dapat belajar melalui pengamatan langsung.

Melalui pendekatan tersebut, kata Mu'ti, lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi ruang bagi murid untuk menghubungkan pengetahuan di kelas dengan kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, ia menjelaskan konsep hidden curriculum atau kurikulum tersembunyi merujuk pada nilai, kebiasaan, dan pengalaman yang dipelajari murid melalui lingkungan serta aktivitas keseharian di sekolah.

Dengan demikian, lanjutnya, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar diharapkan dapat mendorong rasa ingin tahu murid sekaligus membentuk kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan.

Pada kesempatan itu, ia pun menekankan pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan agar sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk menunjang pembelajaran.

Di Provinsi Jawa Tengah, Mu’ti menjelaskan program revitalisasi satuan pendidikan pada tahu 2025 menjangkau 1.783 sekolah dengan anggaran Rp1,475 triliun dan menyerap 23.430 tenaga kerja.

Sementara itu pada 2026, pihaknya mencatat sebanyak 5.443 sekolah di provinsi tersebut telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan nilai Rp4,169 triliun.

Penyaluran dana telah dilakukan kepada 4.597 sekolah dengan total Rp2,434 triliun dan menyerap 62.609 tenaga kerja.

Khusus di Kabupaten Banyumas, program revitalisasi pada tahun 2025 menjangkau 30 sekolah dengan anggaran Rp29,786 miliar dan menyerap 499 tenaga kerja.

Adapun pada 2026, Kemendikdasmen mencatat sebanyak 176 sekolah di Kabupaten Banyumas telah menandatangani PKS senilai Rp114,875 miliar.

Penyaluran dana telah dilakukan kepada 156 sekolah dengan total Rp69,387 miliar dan menyerap 1.996 tenaga kerja.