Guru kelas V Satya Dewanta mengatakan IFP telah dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran selama sekitar satu tahun.

Mata pelajaran IPA menjadi salah satu yang paling sering memanfaatkan perangkat tersebut, antara lain untuk memvisualisasikan bagian tubuh, bunyi, cahaya, dan berbagai materi lainnya.

Menurut Satya, penggunaan IFP membuat pembelajaran terasa lebih dekat dengan keseharian anak-anak yang sudah terbiasa berinteraksi dengan perangkat digital.

“Mereka lebih berani mengungkapkan pendapat. Mereka lebih terpantik lagi motivasinya untuk belajar dengan adanya IFP ini,” kata Satya.