NADIKABAR.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan program revitalisasi 214 sekolah di Provinsi Papua pada 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana (sarpras), sekaligus mendorong pemerataan layanan pendidikan.
“Program revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus memperluas akses terhadap fasilitas belajar yang layak,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meninjau pembangunan ruang kelas di SMA Negeri 2 Jayapura, Papua, Senin.
Menurut Mendikdasmen, saat ini sebanyak 214 sekolah di Provinsi Papua telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk pelaksanaan program revitalisasi pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp208,56 miliar.
"Pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan peserta didik di Papua memperoleh kesempatan belajar dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai," ucap Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Melalui program tersebut, kata dia, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, termasuk di wilayah timur Indonesia, sehingga peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang lebih layak.
"Pemerintah terus mendorong pelaksanaan program revitalisasi agar pembangunan fasilitas pendidikan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi satuan pendidikan penerima bantuan," Mendikdasmen.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 2 Jayapura Lea Ansanai mengapresiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atas bantuan revitalisasi senilai Rp2,09 miliar yang diterima sekolahnya.
"Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk membangun tiga ruang kelas baru dengan konstruksi dua lantai serta merehabilitasi empat ruang kelas lainnya," kata Lea Ansanai.
Menurut Lea, pembangunan dan rehabilitasi tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan kenyamanan peserta didik dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah.