"Kami merasa prihatin atas kejadian kekerasan yang masih saja terjadi di sekolah-sekolah di Indonesia, dan peristiwa yang terjadi di Pemalang, mungkin juga daerah lainnya. Mudah-mudahan tidak terus terulang di masa akan datang," katanya.
Secara aturan, kata dia, Kemendikdasmen sebenarnya melakukan berbagai upaya agar kebijakan membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman dapat ditegakkan di semua satuan pendidikan.
"Tetapi, memang dalam realitasnya peraturan itu belum berjalan dengan sebaik-baiknya," katanya.
Ke depan, ia mengaku pihaknya akan berusaha untuk lebih meningkatkan pelaksanaan budaya sekolah yang aman dan nyaman, serta budaya ASRI (aman, sehat, resik, indah).
"Kami berkomitmen dan mengajak semua pihak untuk lebih meningkatkan pembinaan kepada anak-anak, tidak hanya ketika mereka berada di sekolah tapi juga ketika di rumah, di masyarakat dan ketika mereka menggunakan media," katanya.
Karena, kata dia, banyak pelaku kekerasan itu terinspirasi oleh apa yang mereka tonton di media, terutama di internet dan media sosial.