Soal-soalnya, kata dia, dirancang dengan tingkat kesulitan yang bervariasi untuk mengukur kemampuan akademik murid secara lebih objektif.
Ia menjelaskan variasi tingkat kesulitan soal, mulai dari kategori mudah hingga sulit, merupakan bagian dari teori evaluasi yang digunakan dalam penyusunan instrumen penilaian.
Dengan pendekatan tersebut, lanjutnya, hasil TKA diharapkan dapat menggambarkan kemampuan akademik murid, bukan sekadar menunjukkan jumlah jawaban benar atau salah.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan TKA tidak bertujuan untuk menentukan murid berhasil atau gagal, melainkan memetakan mutu pendidikan dan menjadi dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran.