Ia menjelaskan asesmen memiliki tiga fungsi yakni assessment of learning untuk mengetahui tingkat kemampuan akademik murid, assessment for learning untuk menggunakan hasil tes sebagai dasar perbaikan pembelajaran, serta assessment as learning sebagai bagian dari proses penyempurnaan pembelajaran secara berkelanjutan.

Menurut dia, hasil TKA dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi aspek pembelajaran yang masih perlu ditingkatkan sehingga murid dan guru memiliki kesempatan memperbaiki kemampuan sebelum menyelesaikan proses belajar.

Mendikdasmen juga menjelaskan perubahan sistem penilaian TKA, termasuk penggunaan skala skor yang berbeda dari penilaian konvensional dengan nilai maksimal 100, merupakan bagian dari standarisasi evaluasi pendidikan berdasarkan standar internasional.

Karena itu ia meminta TKA dipahami sebagai instrumen pemetaan kemampuan akademik yang hasilnya dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai tolok ukur tunggal keberhasilan seorang murid.