Mendiktisaintek menilai data tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi belum otomatis dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Peningkatan kekayaan kelompok masyarakat terkaya juga disorot, termasuk kenaikan kekayaan 10 orang terkaya yang disebut mencapai 153 persen.

Karena itu Mendiktisaintek mengingatkan para calon pemimpin untuk membangun argumentasi berdasarkan data, baik ketika membaca persoalan maupun menyampaikan gagasan.

Kemampuan membaca data penting bagi mahasiswa karena peran mereka ke depan dapat berada di berbagai bidang. Dengan memahami kondisi secara berbasis data, pemimpin muda dapat menentukan persoalan yang perlu diintervensi dan kontribusi yang dapat diberikan.

"Ke manapun anda pergi, harus ada angka dan data yang dapat menjelaskan. Pertumbuhan ekonomi kita bagus, tapi kemudian angka kemiskinan naik dan penduduk kelas menengah menurun. Ternyata, pertumbuhan ekonomi ini hanya dirasakan oleh sangat sedikit masyarakat. Indonesia secara alami kaya raya, namun sejak dulu kita masih belum mampu mengelola kekayaan itu," kata Mendiktisaintek Brian.