Ia menyebut PTS menampung porsi besar mahasiswa di Indonesia, sehingga menjadi pilar penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
"Mahasiswa ini adalah masa depan bangsa Indonesia. Manfaatkan dunia pendidikan tinggi untuk menambah kapasitas dan kemampuan sehingga ketika lulus bisa memberikan kontribusi penting bagi bangsa," katanya.
Brian turut mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengejar nilai akademik. Kompetensi praktis yang relevan dengan dunia kerja menjadi kunci, mengingat persaingan ke depan tidak hanya datang dari lulusan dalam negeri, tetapi juga talenta global.
"Ketika berada di dunia kerja, yang akan dilihat bukan hanya berasal dari kampus mana, tetapi apa yang bisa kalian kerjakan," ujarnya.
Ia pun memotivasi mahasiswa untuk tidak takut menghadapi kegagalan. Baginya, nilai yang kurang memuaskan atau penolakan dalam organisasi adalah bagian dari proses pendewasaan.
"Kegagalan adalah hal biasa. Jangan khawatir dan jangan terlalu bersedih. Bangkit lagi," pesannya.
Sementara itu, Rektor Unpas Azhar Affandi melaporkan sebanyak 4.588 mahasiswa baru resmi bergabung di Tahun Akademik 2026/2027. Azhar menekankan pentingnya self-driven learning atau kemandirian belajar di era disrupsi teknologi.