"AI dapat membantu mencari informasi, menerjemahkan bahasa, dan menghasilkan karya. Namun, menggunakan AI tidak boleh menggantikan berpikir manusia," kata Azhar.
Menurutnya, kampus berperan memberikan fondasi ilmu dan nilai, namun mahasiswa harus proaktif mengembangkan diri karena dunia kerja akan terus berubah.
Di sisi lain, Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi, menyambut hangat para mahasiswa baru. "Selamat datang di Unpas. Bergabunglah dengan kampus yang memiliki sejarah sangat panjang dan tradisi yang kuat," kata Didi.
Didi menekankan masa depan sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi. Ia mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja.
"Masa depan ditentukan oleh kemampuan beradaptasi. Perubahan tidak berjalan perlahan, tetapi terus bergerak," ujarnya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa tetap memegang teguh iman dan takwa sebagai landasan ilmu pengetahuan.
Di sisi lain, Anisa Rahma Alya, mahasiswa baru dari Fakultas Ilmu Seni dan Sastra, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Unpas. "Selain itu Unpas juga akreditasnya Unggul, jadi saya menilai kampus ini bisa memjadi pijakan saya untuk mencapai cita-cita," ujarnya.