Ia mengingatkan tolok ukur keberhasilan institusi kampus tidak lagi cukup hanya dilihat dari deretan publikasi ilmiah di jurnal internasional, reputasi akademik di atas kertas, atau sekadar gengsi jabatan struktural para pengajarnya.

"Perguruan tinggi tidak cukup hanya unggul di atas kertas, tetapi harus mampu beradaptasi, menciptakan nilai, dan menghasilkan dampak nyata," kata Mendiktisaintek.

Menurutnya, perguruan tinggi di Indonesia harus berani bertransformasi dari lembaga yang sekadar memproduksi dan menyebarkan pengetahuan menjadi motor penggerak inovasi yang langsung menjawab kebutuhan riil di tengah masyarakat.

Oleh karena itu penguatan riset terapan, program hilirisasi hasil penelitian, serta jalinan kolaborasi erat dengan dunia industri, lanjutnya, menjadi aspek yang tidak bisa ditawar lagi.

Kendati menekankan pentingnya komersialisasi dan nilai guna riset, Mendiktisaintek menyatakan kegiatan publikasi ilmiah tetap memegang peranan vital sebagai fondasi utama pengembangan ilmu pengetahuan. Riset mendasar yang kuat akan menjadi modal lahirnya penemuan berharga tingginya yang siap dihilirisasi.