Mendiktisaintek menilai tingginya minat terhadap Program Studi Teknik Pertambangan Itera, menunjukkan kebutuhan talenta untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam dan proses hilirisasi.

Hilirisasi membutuhkan rantai keahlian yang panjang, mulai dari insinyur pertambangan, ahli metalurgi dan pengolahan, insinyur manufaktur, hingga ahli lingkungan. Dengan karakteristik Sumatera yang kaya sumber daya alam, Itera memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk kebutuhan tersebut, selaras dengan jargon Diktisaintek Berdampak.

"Diktisaintek Berdampak, riset yang menghasilkan solusi, kampus yang menghubungkan dengan pemerintah daerah, industri dan masyarakat, serta lulusan yang siap bekerja untuk menciptakan lapangan kerja," ucap dia.

Menteri Brian juga mendorong Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan Itera sebagai mitra dalam perencanaan pembangunan, dengan membawa persoalan daerah untuk dikaji melalui penelitian, tesis, maupun skripsi mahasiswa di bawah bimbingan dosen.