NADIKABAR.COM — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta Institut Teknologi Sumatera (Itera), Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang kini memasuki usia ke-12 tahun untuk dapat memperkuat inovasi guna menjawab kebutuhan masyarakat Sumatera.

Menteri Brian mengatakan Itera lahir dari kolaborasi ITB dan pemerintah daerah di Sumatera, khususnya Lampung, dengan semangat memperluas akses masyarakat Sumatera terhadap pendidikan teknologi yang berkualitas.

"Itera didirikan untuk menyiapkan sumber daya manusia, khususnya insinyur bagi percepatan pembangunan Sumatera," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Mendiktisantek memaparkan dalam waktu 12 tahun, Itera telah berkembang menjadi perguruan tinggi dengan 41 program studi sarjana, dan satu program magister serta memiliki hampir 15 ribu alumni. Hal ini tentunya meningkatkan menarik minat calon mahasiswa terhadap Itera.

"Meningkatnya kepercayaan masyarakat perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan kerja sama, yang tercermin dari sejumlah capaian Itera di tingkat nasional serta kepercayaan internasional terhadap kapasitasnya dalam bidang riset dan inovasi," ujar dia.

Menteri Brian mendorong Itera untuk menerapkan semangat Brave, Independent, Sustainable, dan Adaptive tidak hanya sebagai sebuah slogan, tetapi menjadi cara berpikir dalam menghadapi tantangan perguruan tinggi.

Menurut dia, nilai tersebut dapat diterapkan melalui keberanian mengembangkan bidang keilmuan yang dibutuhkan bangsa, kemandirian dalam menghasilkan karya yang bernilai, kepedulian terhadap keberlanjutan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

"Jadikanlah itu cara berpikir setiap kali Itera menghadapi tantangan baru, baik dalam riset, pendanaan maupun dalam membangun reputasi. Pertanyaan pertamanya bukan lagi apakah kita mampu, tetapi bagaimana caranya agar Itera bisa menjawab tantangan tersebut," ucap Brian.

Pada aspek kemandirian, Menteri Brian mendorong hasil penelitian dan paten dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang pendanaan melalui hibah dan kerja sama industri.

Mendiktisaintek menilai tingginya minat terhadap Program Studi Teknik Pertambangan Itera, menunjukkan kebutuhan talenta untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam dan proses hilirisasi.

Hilirisasi membutuhkan rantai keahlian yang panjang, mulai dari insinyur pertambangan, ahli metalurgi dan pengolahan, insinyur manufaktur, hingga ahli lingkungan. Dengan karakteristik Sumatera yang kaya sumber daya alam, Itera memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk kebutuhan tersebut, selaras dengan jargon Diktisaintek Berdampak.

"Diktisaintek Berdampak, riset yang menghasilkan solusi, kampus yang menghubungkan dengan pemerintah daerah, industri dan masyarakat, serta lulusan yang siap bekerja untuk menciptakan lapangan kerja," ucap dia.

Menteri Brian juga mendorong Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan Itera sebagai mitra dalam perencanaan pembangunan, dengan membawa persoalan daerah untuk dikaji melalui penelitian, tesis, maupun skripsi mahasiswa di bawah bimbingan dosen.