NADIKABAR.COM — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meminta para rektor di Indonesia tidak terus menambah program studi (Prodi), tetapi menggabungkan Prodi yang memiliki rumpun keilmuan serupa agar pengelolaan perguruan tinggi lebih sederhana.
"Mumpung para rektor berkumpul, tolong jangan kebanyakan Prodi. Pegel ngurus akreditasi. Prodi-prodi itu digabung-gabungin saja, dimerger," kata Brian saat membuka Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII Tahun 2026 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.
Menurut dia, penggabungan Prodi dapat mengurangi beban administrasi dan proses akreditasi perguruan tinggi tanpa harus mengurangi jumlah mahasiswa.
Brian memberikan contoh lima Prodi yang masing-masing memiliki 100 mahasiswa dapat digabung menjadi satu Prodi dengan jumlah mahasiswa yang sama.
Dengan demikian, proses administrasi dan akreditasi yang sebelumnya dilakukan untuk masing-masing Prodi dapat disederhanakan.
"Administrasi mudah, akreditasi yang tadinya lima kali setiap lima tahun tinggal satu kali, manajemennya juga gampang. Sehingga, lebih simpel," ujarnya.