"Jadi saya titip pesan, Bapak/Ibu tolong di-merger saja Prodinya supaya lebih gampang, administrasi lebih mudah, akreditasi juga murah," katanya.

Brian mengatakan penyederhanaan Prodi tersebut sejalan dengan perubahan paradigma pendidikan tinggi dari orientasi keluaran (output) menuju hasil dan dampak (outcome).

Menurut dia, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, paper, skripsi, tesis, atau disertasi, tetapi harus mampu menunjukkan dampak dari pendidikan dan penelitian yang dilakukan terhadap masyarakat.

"Outcome kita jelas, apa lulusan kita, bagaimana dampak pada masyarakat, apa persoalan daerah yang bisa diselesaikan," kata Brian.

Dalam paparannya, Brian mengungkapkan Indonesia memiliki 34.711 Prodi pada 2025 atau meningkat 29 persen. Jumlah mahasiswa mencapai 11,5 juta orang, dosen 328 ribu orang, dan lulusan pada tahun tersebut mencapai sekitar 2,78 juta orang.