NADIKABAR.COM — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan hampir 99 persen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B.

"Tadi saya cek dan tanya semuanya, hampir 99 persen dari semua SPPG mendistribusikan MBG khusus 3B," kata Wihaji dalam pertemuan bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Bandung Barat, Rabu.

Wihaji mengatakan distribusi MBG bagi kelompok 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita, menjadi salah satu tugas baru yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada kementeriannya. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan, pihaknya mengecek langsung penyaluran MBG 3B melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) di lapangan.

Ia menyebut terdapat sekitar 1.500 TPK di Kabupaten Bandung Barat yang turut bertugas mendistribusikan sekaligus memberikan edukasi terkait MBG 3B.

Menurut Wihaji, pelaksanaan program tersebut perlu terus dikontrol bersama, utamanya untuk memastikan makanan yang diberikan kepada kelompok sasaran aman dan tidak menimbulkan persoalan kesehatan.

"Dari Badan Gizi Nasional (BGN) sudah memberikan standar operasional prosedur (SOP), dari kita juga ada SOP, maka mesti dikontrol bareng-bareng," ujar dia.

Ia mengatakan kejadian gangguan kesehatan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terjadi di wilayah lain. Pengawasan perlu dilakukan pemerintah bersama masyarakat dan media.

"Ada beberapa kasus terakhir kemarin, tentu ini menjadi catatan penting, tetapi kita sudah ada SOP-nya, nanti akan ditindaklanjuti dan jangan sampai terulang di lain tempat dengan SOP yang kuat dan ketat dari BGN maupun dari kementerian kita," ucap Wihaji.

Selain mengecek pelaksanaan MBG 3B, Wihaji mengingatkan TPK agar terus mendampingi keluarga berisiko stunting (KRS) di Kabupaten Bandung Barat. Ia menilai TPK memiliki peran penting dalam memastikan intervensi pemerintah menyentuh keluarga sasaran secara langsung.

"Jangan lelah mendampingi keluarga-keluarga yang punya KRS, TPK adalah para pahlawan keluarga di lini lapangan," tuturnya.