Ia menyampaikan data dari Indonesia–National Adolescent Mental Health Survey (I-NAHMS), terdapat 34,9 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental, dan 1 dari 20 remaja atau sekitar 2,45 juta orang memenuhi kriteria diagnostik gangguan mental dalam setahun kemarin.
"Sebanyak 57 persen remaja mengaku takut atau malu untuk mengungkapkan masalah kesehatan mental, oleh karena itu, mengapa ini perlu kita adakan kegiatan ini? Karena kita ingin mengingatkan sejak dini tentang pentingnya kesehatan mental dan pemerintah memastikan ada akses. Kita juga sudah kerja sama dengan kementerian terkait untuk terus menghidupkan PIK-R dan Genre di semua sekolah," ujar dia.
Ia menjelaskan forum tersebut memberikan pembelajaran untuk teman-teman sebaya agar saling bercerita dan memberikan edukasi satu sama lain, sehingga kesadaran tentang kesehatan mental dapat terus digaungkan.