NADIKABAR.COM — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan program perbaikan dan renovasi rumah bagi keluarga risiko stunting (KRS) akan terus berkelanjutan melalui Program Gerakan orang tua cegah stunting (Genting).

Hal tersebut disampaikan Wihaji dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bandung Barat sekaligus memberikan bantuan dari BRI senilai Rp50 juta untuk perbaikan sanitasi rumah. Selain itu, bantuan berupa pemenuhan nutrisi sebanyak 10 ekor ayam juga diberikan kepada KRS.

"Kita cek memang memastikan keluarga risiko stunting, satu yang di sana (Kampung Ciroyom, Cisarua) tadi anaknya sembilan dan mohon maaf air bersihnya juga mencari di sumber yang jauh sekali, buang air besar-nya juga susah, maka nanti akan dibangunkan rumah oleh BRI. BRI ini orang tua asuh kementerian kita melalui Program Genting," katanya pada Rabu.

Wihaji menegaskan, menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi, yang salah satunya dilakukan melalui Program Genting dengan sinergi bersama berbagai pihak, mengingat masih ada sekitar 8,6 juta KRS yang perlu diintervensi melalui pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, hingga edukasi tentang kesehatan reproduksi.

Untuk menjangkau para KRS, Kemendukbangga/BKKBN terus melibatkan tim pendamping keluarga (TPK) yang lebih memahami terkait kondisi demografi, geografi, hingga psikologis para keluarga di wilayah sekitarnya.

"Ada beberapa program yang nanti kita sinergikan, baik nanti yang melanjutkan adalah orang tua asuh, maupun ada program lain yang nanti kita sampaikan kepada pihak yang terkait, tetapi, kita pastikan setelah kita bangun rumah, anaknya tetap bisa melanjutkan sekolah," ucap Wihaji.

Ia juga meminta kepada KRS yang telah diberikan bantuan nutrisi 10 ekor ayam maupun renovasi rumah untuk benar-benar memanfaatkan bantuan secara optimal.

"Walaupun di sini belum terjangkau Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi insyaallah kita terus bantu nutrisi, dan kita pastikan ini dijaga dengan baik, Nanti kita koordinasikan dengan pihak-pihak terkait yang berkenaan dengan tindak lanjut masa depan anak-anak (dari keluarga risiko stunting) ini," tuturnya.