β€œDari kami, prioritasnya jelas untuk membuka pasar Thailand bagi produk-produk ekonomi kreatif Indonesia. Di samping itu, juga untuk penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia melalui pengalaman Thailand. Untuk potensi pasar, modest fashion itu sangat tinggi, tetapi di luar itu juga ada fesyen tradisional Indonesia dengan sentuhan kontemporer yang keberterimaannya sangat tinggi di sana,” ungkap Hari Prabowo.

Untuk fesyen, kedua pihak menjajaki pertukaran pengetahuan yang melibatkan desainer senior dan mahasiswa dari Indonesia dan Thailand, termasuk pengembangan karya yang menggabungkan wastra Nusantara dengan desain kontemporer.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf bersama KBRI Bangkok akan mengidentifikasi agenda ekonomi kreatif di Thailand pada akhir 2026 hingga 2027 yang dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra potensial melalui pameran dan forum bisnis internasional.