NADIKABAR.COM β Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong perluasan akses pegiat ekonomi kreatif Indonesia ke pasar Thailand melalui program unggulan Creative by Indonesia untuk komersialisasi berbagai subsektor ekraf yang telah terkurasi.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan ruang kerja sama kedua negara semakin terbuka seiring perluasan cakupan ekonomi kreatif Indonesia dari 17 menjadi 21 subsektor, dengan sejumlah potensi kolaborasi mulai dari pertukaran talenta produksi film, pengembangan animasi, fesyen, hingga modifikasi otomotif.
"Melalui program unggulan Creative by Indonesia, kami mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memperluas akses pasar internasional, termasuk dengan memanfaatkan berbagai agenda ekonomi kreatif di Thailand. Pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor akan dikurasi sesuai dengan kebutuhan pasar tujuan agar business matching dapat membuka peluang kolaborasi dan kemitraan bisnis yang konkret,β jelas Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Riefky juga mendorong kerja sama kedua negara ini dengan percepatan penandatanganan pembaruan MoU ekonomi kreatif dengan Thailand melalui momentum World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, yang sebelumnya telah berakhir pada 2025.
Proses pembaruan dilakukan melalui koordinasi dengan KBRI Bangkok, dengan sejumlah bidang prioritas, antara lain konten penyiaran, film dan animasi, desain, serta musik.
Pembahasan juga mencakup kemungkinan penguatan hubungan kelembagaan dengan Creative Economy Agency (CEA) Thailand.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand merangkap UNESCAP, Hari Prabowo, menyambut baik rencana tersebut.
Menurut sang dubes, jaringan ritel seperti Central Department Store dapat menjadi pintu masuk bagi produk ekonomi kreatif Indonesia ke pasar Thailand.
βDari kami, prioritasnya jelas untuk membuka pasar Thailand bagi produk-produk ekonomi kreatif Indonesia. Di samping itu, juga untuk penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia melalui pengalaman Thailand. Untuk potensi pasar, modest fashion itu sangat tinggi, tetapi di luar itu juga ada fesyen tradisional Indonesia dengan sentuhan kontemporer yang keberterimaannya sangat tinggi di sana,β ungkap Hari Prabowo.
Untuk fesyen, kedua pihak menjajaki pertukaran pengetahuan yang melibatkan desainer senior dan mahasiswa dari Indonesia dan Thailand, termasuk pengembangan karya yang menggabungkan wastra Nusantara dengan desain kontemporer.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf bersama KBRI Bangkok akan mengidentifikasi agenda ekonomi kreatif di Thailand pada akhir 2026 hingga 2027 yang dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra potensial melalui pameran dan forum bisnis internasional.