NADIKABAR.COM — Sejumlah pakar menyebut jika hasil putusan sidang MK lalu menjadi pukulan telak bagi Gibran Rakabuming Raka. Wapres sekaligus putra pertama Presiden RI ke-7 Joko Widodo itu oleh MK dinilai tidak memiliki surat tanda kelulusan setara tingkat menengah atas atau SMA.
Soal putusan ini, sebenarnya Gibran sudah memberi tanggapan. Dirinya mengaku akan menghormati seluruh tahapan yang berjalan di MK. Namun demikian, Gibran akan tetap fokus mendukung pemerintahan Prabowo sebagai Wapres. Gibran juga menegaskan jika telah menyelesaikan jenjang pendidikan setara SMA.
"Ya kalau saya tidak lulus SMA, kan saya nggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura," kata Gibran dikutip dari NadiKabar, Rabu (7/10).
Sejumlah komentar juga muncul usai putusan MK tersebut. Sejumlah pihak juga menanggapi tentang putusan MK yang dianggap melempar 'bola panas' ke KPU hingga DPR/MPR. Sebabnya, sejumlah lembaga inilah yang nantinya perlu melihat kembali akar dari Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tersebut.
Sebagian masyarakat menunggu sejauh mana KPU dan DPR akan mengevaluasi aturan dan syarat keikutsertaan orang dalam pemilu. Masyarakat juga menantikan setajam apa taji DPR untuk menegakkan aturan atas hasil putusan MK tersebut.
Hal inilah yang dinilai menjadi ganjalan terhadap karir politik Gibran di masa datang. Sejumlah pihak menilai jika fakta tersebut akan menggerus kepercayaan publik. Benarkah demikian? Simak ulasannya bersama Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, dalam Kabar Sore.
Masih membahas dampak putusan MK soal ijazah Gibran, Kabar Sore akan menuju Jawa Barat untuk melihat lebih dekat reaksi Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asy'ari. Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu terekam menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari ruang kerjanya.
Soal ini, Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, memastikan jika tindakan tersebut bukan merupakan sikap resmi partai. Ono menegaskan tindakan Rojab merupakan keputusan personal. Menurutnya, tidak ada instruksi dari struktur partai, baik di tingkat DPC, DPD, maupun DPP PDIP, untuk menurunkan foto Gibran.
Sampai di mana tindakan Rojab menimbulkan polemik di lingkungan DPRD hingga masyarakat Sukabumi? Simak laporan langsung Jurnalis NadiKabar selengkapnya.
Simak berita terbaru dan menarik NadiKabar lainnya dalam Kabar Sore. Kabar Sore, Nggak Cuma Hore-hore!