Kebiasaan ini lalu dibawa oleh imigran Skotlandia dan Irlandia ke Amerika Sekitar pada pertengahan abad ke-19. Lama kelamaan, tradisi Halloween juga dibumbui aksi jahil seperti mengacak-acak barang milik warga yang seakan-akan disebabkan oleh gangguan mistis.

Di beberapa kasus, aksi jahil itu berubah jadi membahayakan seperti membalikkan mobil dan memotong tiang telepon. Agar tidak ada kerusakan serius yang mencelakakan, sejumlah orang akhirnya mengusulkan tradisi memberikan makanan atau permen kepada anak-anak yang datang berkunjung.

Lalu, memasuki tahun 1920-an tradisi ini mulai dikenal sebagai trick or treat. Tradisi tersebut berkembang menjadi kegiatan Halloween ketika anak-anak memakai kostum dan mengelilingi rumah-rumah untuk mendapatkan permen.