NADIKABAR.COM — Perasaan senang setelah membantu orang lain berkaitan dengan perilaku prososial, yaitu tindakan yang bertujuan memberikan manfaat bagi orang lain. Bentuknya beragam, mulai dari memberikan bantuan materi, menyumbangkan uang, meluangkan waktu, hingga memberikan dukungan emosional.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Bulletin pada 2013 menganalisis data dari 136 negara. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan uang untuk membantu orang lain berkaitan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi di berbagai negara, baik negara berpendapatan tinggi maupun rendah.

Penelitian tersebut juga mencakup sejumlah eksperimen yang menemukan bahwa tindakan berbagi dapat meningkatkan emosi positif. Namun, hasil ini tidak berarti setiap orang pasti merasa lebih bahagia setelah membantu orang lain. Pengalaman setiap individu dapat berbeda, bergantung pada situasi dan bentuk bantuan yang diberikan.

Ada beberapa hal yang dapat menjelaskan mengapa seseorang merasa lebih bahagia setelah berbagi, diantaranya yaitu:

1. Memberikan perasaan bahwa diri kita berguna

Membantu orang lain dapat memberikan perasaan bahwa tindakan yang dilakukan memiliki arti. Misalnya, ketika seseorang membantu teman yang sedang kesulitan atau memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, ia dapat merasakan bahwa tindakannya membawa perubahan positif.

Perasaan tersebut berkaitan dengan makna dan tujuan dalam kehidupan. Seseorang tidak hanya berfokus pada kebutuhan pribadinya, tetapi juga melihat bagaimana tindakannya dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Kebahagiaan yang muncul bukan semata-mata karena mendapatkan pujian atau balasan. Mengetahui bahwa bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat juga dapat menjadi sumber kepuasan emosional.

2. Membantu mempererat hubungan sosial

Berbagi dapat menjadi cara untuk membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Ketika seseorang memberikan bantuan, mendengarkan keluh kesah teman, atau meluangkan waktu untuk keluarga, hubungan sosial dapat menjadi lebih dekat.

Hubungan yang positif memberikan kesempatan bagi seseorang untuk merasakan dukungan, kepercayaan, dan rasa memiliki. Hal-hal tersebut merupakan bagian penting dari kesejahteraan psikologis.

Meski demikian, tidak semua tindakan berbagi otomatis mempererat hubungan. Bantuan yang diberikan perlu mempertimbangkan kebutuhan penerima, batasan pribadi, serta situasi yang sedang dihadapi.

Tindakan berbagi dapat menimbulkan perasaan senang, lega, bersyukur, atau puas. Perasaan ini dapat muncul ketika seseorang melihat bahwa bantuannya diterima dengan baik atau berhasil meringankan beban orang lain.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science pada 2008 menguji hubungan antara penggunaan uang untuk diri sendiri dan penggunaan uang untuk orang lain. Dalam eksperimen tersebut, peserta yang ditugaskan membelanjakan uang untuk orang lain melaporkan kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan peserta yang membelanjakan uang untuk dirinya sendiri.