Para pengunjuk rasa menuntut penurunan harga sewa, penghentian pengusiran paksa, serta pelarangan bagi dana investasi untuk membeli properti.

Tuntutan serupa juga disuarakan di Portugal pada hari Sabtu (17/10/2026). Ratusan orang berkumpul di pusat kota Lisbon.

Menurut data resmi, harga perumahan di Portugal melonjak sebesar 124% antara tahun 2015 dan 2024-kira-kira dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata di Uni Eropa.

Sementara itu, di Albania, protes yang menuntut Perdana Menteri Edi Rama telah memasuki hari keenam pada hari Minggu.

Di Milan, para perusuh terlibat bentrokan dengan polisi, menjarah toko-toko, dan membakar properti di pusat kota, hingga mengosongkan Piazza del Duomo serta sebuah kawasan perbelanjaan mewah yang biasanya dipenuhi pengunjung.

Aksi unjuk rasa menentang perang dan kenaikan biaya hidup awalnya berlangsung damai, namun sejumlah pengunjuk rasa bertopeng melemparkan batu, bongkahan batu trotoar, dan benda-benda lainnya ke arah polisi antihuru-hara, serta membakar barikade yang dibuat dari meja-meja bar. Polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa.