Mengapa awalnya menggunakan lobak, bukan labu?

Sebelum labu menjadi simbol Halloween, masyarakat di Irlandia dan sejumlah wilayah Kepulauan Britania memiliki tradisi mengukir wajah menyeramkan pada lobak berukuran besar, kentang, atau sayuran akar lainnya.

Tradisi tersebut berkaitan dengan perayaan Samhain, festival kuno masyarakat Kelt yang menandai berakhirnya musim panen dan dimulainya musim dingin. Perayaan ini berlangsung pada peralihan Oktober menuju November dan menjadi salah satu akar tradisi Halloween.

Pada masa itu, sebagian masyarakat meyakini bahwa roh dan makhluk gaib berkeliaran ketika pergantian musim berlangsung. Lentera dari sayuran yang telah diukir digunakan untuk menerangi kegelapan sekaligus dipercaya dapat menakuti atau mengusir roh jahat.

Mereka mengosongkan bagian dalam sayuran, mengukir bentuk wajah, lalu menempatkan lilin di dalamnya. Lentera tersebut kemudian dibawa saat malam Halloween atau diletakkan di sekitar rumah.

Koleksi Museum Nasional Irlandia bahkan menyimpan replika lentera lobak tradisional yang dikenal sebagai ghost turnip. Benda tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan lobak untuk membuat lentera Halloween memang pernah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Irlandia.

Bagaimana labu menjadi simbol Halloween?

Labu mulai menggantikan lobak setelah tradisi tersebut dibawa oleh para imigran Irlandia ke Amerika Utara pada abad ke-19.