Di Amerika, labu lebih mudah ditemukan, terutama ketika musim gugur tiba. Ukurannya yang besar dan bagian dalamnya yang relatif mudah dikeluarkan membuat labu lebih praktis untuk diukir dibandingkan lobak yang berukuran lebih kecil dan memiliki tekstur lebih keras.
Masyarakat kemudian mengadaptasi tradisi lama dengan menggunakan labu sebagai bahan utama lentera Halloween. Bentuknya juga memungkinkan mereka membuat ukiran yang lebih besar dan beragam, mulai dari wajah menyeramkan hingga desain yang lebih kreatif.
Seiring meningkatnya popularitas Halloween di Amerika Serikat, labu berukir semakin melekat dengan perayaan tersebut. Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai negara melalui budaya populer, film, dekorasi musiman, dan kegiatan bertema Halloween.
Hingga kini, mengukir labu menjadi aktivitas yang sering dilakukan menjelang 31 Oktober. Selain menjadi hiasan, kegiatan ini juga berkembang menjadi aktivitas keluarga dan komunitas yang melibatkan kreativitas dalam membuat berbagai bentuk ukiran.
Makna jack-o'-lantern dalam perayaan Halloween
Saat ini, jack-o'-lantern menjadi simbol Halloween yang mudah dikenali. Labu berukir tidak lagi hanya dikaitkan dengan cerita rakyat atau kepercayaan tentang roh, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan hiburan dan kreativitas.
Banyak keluarga menjadikan kegiatan mengukir labu sebagai tradisi menjelang Halloween. Bentuk ukirannya pun semakin beragam, mulai dari wajah dengan senyum menyeramkan hingga karakter populer dan pola dekoratif.
Penggunaan lampu listrik sebagai pengganti lilin juga membuat dekorasi ini lebih praktis untuk digunakan di dalam maupun luar rumah.