NADIKABAR.COM — Saat hujan deras disertai petir, ada satu hal yang cukup sering terjadi, yaitu listrik yang tiba-tiba padam.
Kadang listrik hanya mati beberapa detik lalu nyala lagi. Namun, dalam kondisi tertentu, pemadaman bisa berlangsung lebih lama, terutama jika sambaran petir menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik atau peralatan distribusi.
Lantas, mengapa sambaran petir bisa membuat listrik padam?
Jawabannya berkaitan dengan energi petir yang sangat besar dan sistem perlindungan jaringan listrik yang memang dirancang untuk memutus aliran ketika terjadi gangguan.
Petir merupakan pelepasan muatan listrik yang berlangsung sangat singkat, tetapi memiliki energi yang sangat besar. Ketika sambaran mengenai jaringan listrik secara langsung atau terjadi sangat dekat dengan saluran listrik, tegangan dan arus pada sistem dapat mengalami lonjakan.
Gangguan seperti ini dapat terjadi pada jaringan transmisi maupun distribusi yang membawa listrik hingga ke rumah-rumah.
Sistem kelistrikan memang dirancang untuk menghadapi gangguan semacam itu. Namun, sambaran petir tetap dapat menyebabkan gangguan pada saluran, gardu, transformator atau perangkat listrik lainnya.
Departemen Energi Amerika Serikat menjelaskan bahwa sambaran petir pada saluran transmisi dapat menyebabkan gangguan pada jaringan. Perangkat proteksi kemudian bekerja untuk mengisolasi gangguan tersebut sehingga dampaknya tidak menyebar lebih luas.
Menariknya, listrik yang padam setelah petir tidak selalu berarti jaringan listrik mengalami kerusakan parah.
Salah satu penyebabnya justru karena sistem proteksi bekerja sebagaimana mestinya.
Dalam jaringan listrik terdapat berbagai perangkat seperti relay, pemutus sirkuit atau circuit breaker dan sekring yang bertugas mendeteksi kondisi tidak normal. Jika terjadi gangguan akibat sambaran petir, perangkat tersebut dapat memutus bagian jaringan yang bermasalah.
Tujuannya sederhana, yakni mencegah gangguan tersebut merusak peralatan lain atau membahayakan manusia.
Dengan kata lain, pemadaman sesaat bisa menjadi bagian dari mekanisme pengamanan jaringan.
Departemen Energi AS menjelaskan bahwa ketika petir mengenai saluran transmisi, sistem proteksi biasanya akan membersihkan atau mengisolasi gangguan tersebut. Prosesnya dapat berlangsung sangat cepat, meski sempat menimbulkan perubahan tegangan atau frekuensi dalam jaringan.
Itulah sebabnya setelah kilatan petir terdengar, lampu di rumah terkadang berkedip atau listrik mati sebentar kemudian menyala kembali.
Bukan cuma petir yang menyebabkan listrik padam
Ada hal lain yang sering luput diperhatikan.
Ketika badai petir terjadi, kondisi cuaca biasanya tidak hanya menghasilkan sambaran listrik. Angin kencang dan hujan deras juga dapat mengganggu jaringan listrik.
Pohon atau ranting yang tumbang, misalnya, dapat mengenai kabel dan tiang listrik. Dalam kondisi tertentu, kerusakan tersebut juga membuat sistem proteksi memutus aliran listrik untuk mencegah bahaya yang lebih besar.
Jadi, ketika listrik padam saat hujan disertai petir, penyebabnya tidak selalu karena petir menyambar langsung kabel listrik.
Bisa saja petir memicu gangguan pada jaringan, sementara angin atau pohon tumbang menjadi penyebab kerusakan fisik.