Perguruan tinggi juga harus memastikan lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja. Penambahan jumlah sarjana tidak akan banyak berarti apabila lulusan tidak memiliki kemampuan yang relevan.
"Percuma lulusan sarjana banyak apabila kualitas perguruan tingginya tidak bisa dipertanggungjawabkan," tegas Bagong.
Karena itu, perguruan tinggi perlu terus menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan dunia kerja. Kompetensi mahasiswa tidak cukup hanya dibangun melalui penguasaan teori, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan industri dan perubahan pasar kerja.
"Jangan hanya mengejar jumlah sarjana, tetapi pastikan mereka memiliki kualitas dan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja," ujar Bagong.
Artikel ini telah tayang di detikEdu. Baca selengkapnya di sini!