Para pedagang dari Arab melakukan perdagangan di Nusantara melalui jalur laut, yang menjadi titik temu jalur perdagangan tim redaksi Jazirah Arab, India, dan Asia Tenggara. Adanya jalur ini menguatkan teori bahwa Islam masuk ke Nusantara dari saudagar Makkah dan Gujarat.

Penyebaran Islam di Nusantara tidak luput dari peran para raja Islam. Raja yang memeluk agama Islam, berarti bahwa sistem kepemimpinannya menganut nilai-nilai Islam pula. Dengan ini, raja-raja Islam memiliki peran besar dalam proses islamisasi rakyat-rakyatnya.

Munculnya kesultanan-kesultanan Islam seperti Kesultanan Samudera Pasai, Kesultanan Demak, Kesultanan Banten, hingga Kesultanan Gowa-Tallo memberikan pintu masuk dan perlindungan politik bagi penyebaran ajaran Islam di Nusantara.

Penyebaran Islam di Tanah Jawa mencapai puncaknya melalui Wali Songo, sekelompok ulama yang menyebarkan Islam melalui dakwah dengan pendekatan budaya. Menurut buku Sejarah Wali Songo susunan Zulham Farobi, Wali Songo menjadi figur penting di kalangan masyarakat Muslim Jawa berkat jasa mereka dalam menyebarkan ajaran Islam.