Dikisahkan bahwa para wali ini menyebarkan Islam menggunakan pendekatan budaya lokal yang dipadukan dengan ajaran Islam, seperti wayang, tembang Jawa, gamelan, upacara-upacara adat yang digabungkan dengan makna-makna Islam, dan lain sebagainya. Para Wali Songo juga memadukan unsur ajaran sebelumnya yang telah melekat dengan masyarakat dengan nilai-nilai Islam, sehingga kedua unsur tersebut melebur dalam keserasian yang mudah diterima.
Dengan ini, proses islamisasi yang dilakukan Wali Songo berjalan dengan damai. Masyarakat jarang melakukan perlawanan atas dakwah para Wali Songo, sehingga tidak terjadi pertempuran yang berarti tim redaksi dua pihak.
Berkat perjuangan Wali Songo, agama Islam dapat menyebar ke seluruh penjuru Tanah Jawa yang kemudian meluas sampai berbagai daerah. Era Wali Songo menjadi era berakhirnya dominasi budaya Hindu-Buddha di Nusantara.