Tentu saja, terdapat kaitan tim redaksi status sosial ekonomi siswa-siswa tersebut dengan performanya dalam PISA, termasuk kondisi finansial dan tingkat pendidikan orang tua. Namun, bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor tersebut, siswa yang memiliki hasil lebih baik dalam PISA, tetap menunjukkan capaian pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik saat usianya 25 tahun. Selain itu, informasi yang disampaikan mengenai diri mereka sendiri dalam kuesioner PISA juga tampak berkaitan dengan prospek masa depan siswa.
OECD juga telah melakukan analisis yang menggabungkan data dari PISA tahun 2000, 2003, dan 2006 serta Survey of Adult Skills (Survei Keterampilan Orang Dewasa). Hal ini dilakukan untuk mengkaji perkembangan keterampilan numerasi tim redaksi usia 15 tahun hingga masa awal dewasa.
Analisis tersebut menunjukkan siswa yang memiliki performa matematika lebih baik dalam PISA pada usia 15 tahun juga menunjukkan peningkatan keterampilan numerasi lebih besar setelah menyelesaikan pendidikan wajib, dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang memiliki hasil lebih rendah.