Berdasarkan analisis ini, sistem menetapkan salah satu dari tiga tingkat risiko. Pertama ada unknown yaitu saat sistem tidak mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan atau menandakan aktivitas tersebut aman.

Lalu penilaian kedua ialah medium, fitur tersebut mendeteksi beberapa tanda dari aktivitas mencurigakan.

Terakhir adalah risiko high, yaitu saat terlalu banyak tanda bahaya yang terdeteksi terkait keamanan terjadi di perangkat pengguna.

Dengan hadirnya fitur baru dari Apple itu, pengguna dapat mengisi celah yang biasanya digunakan penipu untuk melakukan pencurian data di gawainya.

Fitur akan mendeteksi perilaku mencurigakan pada saat-saat kritis yang sering diandalkan oleh pelaku kejahatan.

Meski begitu tetap saja keputusan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya berada di tangan pengembang aplikasi.

Tergantung pada tingkat risiko yang terdeteksi fitur "Impersonation Risk Detection", aplikasi mungkin akan meminta pengguna untuk melakukan verifikasi identitas, memberlakukan periode tunggu yang singkat, atau menampilkan notifikasi.