Perimenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang ditandai dengan penurunan fungsi ovarium, fluktuasi kadar hormon, serta perubahan siklus menstruasi.

Kondisi ini umumnya mulai terjadi pada rentang usia 40 hingga 50 tahun, dan sekitar 12 persen di antaranya dialami pada usia 40–44 tahun.

Masa transisi ini memicu berbagai perubahan fisik, mulai dari siklus menstruasi yang tidak teratur, nyeri berkepanjangan, hingga gangguan pada area dasar panggul.

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi subspesialis Fertilitas Endikronologi dari RSPI, Dr. dr. Kanadi Sumapradja, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., M.Sc, menjelaskan bahwa perimenopause berkaitan dengan penurunan cadangan ovarium serta berkurangnya hormon estrogen dan progesteron. Fase ini menyebabkan durasi dan volume menstruasi berubah (bisa menjadi jauh lebih banyak atau lebih sedikit) serta menjadi jauh lebih fluktuatif dibandingkan dengan kondisi normal pada masa usia produktif.

Penurunan kadar progesteron selama perimenopause juga menyebabkan proses ovulasi menjadi jarang terjadi, bahkan berhenti sama sekali.