NADIKABAR.COM — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan belanja haji secara nasional sebesar Rp4 triliun dengan Provinsi Sulawesi Selatan menyumbang 25 persen dari jumlah tersebut.

"Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa belanja jamaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun, dengan Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen," ujarnya di Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu.

Menhaj Irfan Yusuf yang menghadiri UMKM Expo Sulsel 2026 di Gowa, mengatakan, besarnya belanja haji secara nasional harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Menurut dia, para pelaku UMKM harus pandai memperluas pasar, termasuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jamaah haji dan umrah.

“UMKM harus kita dorong agar bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Potensi ekonomi haji ini perlu dimanfaatkan sehingga pelaku usaha daerah tidak hanya menjadi penonton,” katanya.

Menhaj menerangkan penyelenggaraan haji bukan hanya urusan perjalanan dan ibadah. Aktivitas jutaan jamaah dan kebutuhan pendukungnya juga membuka peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha di daerah.

Besarnya belanja jamaah menunjukkan adanya kebutuhan ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari produk konsumsi hingga barang dan jasa penunjang perjalanan ibadah.

"Namun, peluang itu membutuhkan kesiapan pelaku usaha, baik dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, maupun kemampuan memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten," katanya.

Ia menyatakan, Sulawesi Selatan dinilai memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji. Penguatan UMKM daerah dapat menjadi salah satu jalan untuk mempertemukan potensi produksi lokal dengan kebutuhan jemaah, sekaligus memperluas manfaat ekonomi penyelenggaraan haji bagi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji. Menhaj menyampaikan bahwa penurunan biaya haji tidak terlepas dari dukungan Presiden Prabowo Subianto melalui kebijakan subsidi pemerintah. Keringanan biaya tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga akses masyarakat terhadap ibadah haji.

"Tahun ini biaya haji turun, dan untuk pertama kalinya pemerintah memberikan subsidi kepada jemaah sebesar Rp3,4 juta", terangnya.

Rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 juga diisi dengan pembagian hadiah perjalanan umrah kepada dua guru ngaji, serta sepeda dan uang tunai bagi pelajar Sulawesi Selatan yang terpilih.

Pengembangan ekosistem ekonomi haji membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.