Sehari sebelum kunjungan ini, Presiden AS Donald Trump secara terang-terangan menyatakan "dukungan penuh dan total" kepada Netanyahu dalam pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang.

Trump memuji kepemimpinan Netanyahu dan kemitraannya dengan AS, khususnya dalam menghadapi Iran. Dia juga memperingatkan bahwa AS mungkin terpaksa menanggung beban tersebut sendirian, jika rakyat Israel memilih pemimpin lain.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa koalisi nasionalis-religius pimpinan Netanyahu diperkirakan akan kehilangan mayoritas kursi di parlemen Israel, meskipun kubu oposisi mungkin akan menghadapi kesulitan dalam membentuk pemerintahan baru.