Kerentanan yang diungkap pada Rabu mendorong pemerintah dan pelaku bisnis di seluruh dunia untuk memperkuat sistem mereka, memicu jutaan upaya peretasan, dan menyebabkan sejumlah layanan tidak dapat beroperasi.

Streeting memperingatkan bahwa insiden siber dapat menjadi lebih sering terjadi seiring dengan kecerdasan buatan yang mempermudah pihak penyerang untuk menembus pertahanan konvensional.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham juga menyerukan pendekatan yang lebih proaktif dalam menghadapi keadaan darurat.

Dalam sebuah pertemuan mengenai penanganan kebakaran hutan, dia menyatakan bahwa Inggris sebelumnya berada dalam posisi "kurang siap" (selalu bereaksi terlambat), seraya mengumumkan rencana baru penanganan kebakaran hutan yang mencakup pengerahan pesawat militer.

"Ini bukan soal panik. Ini soal mengambil langkah-langkah yang masuk akal untuk memastikan ketersediaan sumber daya yang cukup guna membantu Anda bertahan jika terjadi situasi sulit," kata Burnham kepada BBC.

Imbauan dari Inggris itu sejalan dengan panduan yang dikeluarkan oleh Komisi Eropa pada Maret 2025, yang mendesak warga Uni Eropa untuk menyiapkan perlengkapan darurat yang dapat digunakan selama 72 jam, berisi kebutuhan pokok seperti makanan, air, uang tunai, dan power bank.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia