NADIKABAR.COM — Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin berduka atas meninggalnya mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Widodo AS. Sjafrie mengenang peran Widodo yang disebutnya pemersatu tiga matra TNI.
"Kita merasa kehilangan seorang pelopor, ya. Dia pada zaman reformasi aktif sekali mempersatukan TNI sampai beliau turun ke daerah-daerah mengumpulkan tiga angkatan untuk memberikan semangat persatuan dan kesatuan TNI pada waktu itu menghadapi transisi reformasi," kata Sjafrie ditemui di rumah duka Widodo di Kompleks TNI AL, Jakarta Utara, Minggu (25/10/2026).
Sjafrie menyebut Widodo membuat TNI semakin kuat. Dia menyebut hal itu terus dilanjutkan oleh para pimpinan TNI saat ini.
"Itu peranan beliau yang sangat penting sebagai kekuatan psikologis bagi TNI untuk bersatu. Dan inilah yang sekarang dilaksanakan oleh para pemimpin TNI," katanya.
Sjafrie mengenang Widodo sebagai pemimpin yang mengajak anak buah untuk berpikir bersama. Dia mengenang sering diajak Widodo untuk berdiskusi.
"Waktu saya tugas di Mabes TNI, saya sebagai Staf Ahli Panglima, saya sebagai Staf Ahli Panglima, dan beliau sebagai Panglima. Beliau menjadikan saya tangki pemikir untuk mengelola kebijakan-kebijakan dan strategi militer untuk pertahanan. Ada satu yang paling saya selalu ingat adalah 'pikir bareng'. Jadi beliau tidak pernah berpikir sendiri. Beliau selalu mengumpulkan staf dan bekerja sama untuk mengambil kesimpulan," katanya.
Sjafrie juga menyebut hubungan Widodo dengan Presiden Prabowo Subianto sangat baik. Dia mengenang hubungan Prabowo dengan Widodo saat membangun kekuatan pertahanan RI.
"Selain itu juga, almarhum mempunyai hubungan yang sangat baik di dalam pembangunan kekuatan pertahanan dengan Menteri Pertahanan pada waktu yang lalu, Menteri Pertahanan Prabowo yang sekarang sudah menjadi Presiden. Hubungan emosional, hubungan psikologis ini sangat dekat sekali," katanya.
Sebelumnya, Widodo AS meninggal dunia pada Sabtu (24/10). Informasi wafatnya Widodo AS juga telah dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul.
"Betul," kata Tunggul saat dihubungi, Minggu (25/10/2026).
Widodo AS diketahui merupakan Panglima TNI periode 1999-2002. Dia juga pernah menjabat sebagai Menko Polhukam periode 2004-2009.