NADIKABAR.COM — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah untuk memastikan pemadaman dilakukan maksimal.

Menurut keterangan diterima di Jakarta, Sabtu, Menhut Raja Antoni melakukan peninjauan dan rapat koordinasi di sekitar lokasi serta mengarahkan untuk memaksimalkan pemadaman via udara dan darat.

"Kemarin Pak Presiden sudah menurunkan Banpres (Bantuan Presiden) untuk Kotim, Rp15 miliar, mohon itu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kalau masih kurang tentu kami juga bisa support lagi secara parsial dimana yang kita butuhkan," ujar Raja Antoni.

"Udara kita maksimalkan dengan water bombing, dry ice dan operasi modifikasi cuaca, dan juga pasukan darat karena ini sangat penting sekali," kata Menhut menambahkan.

Hal itu disampaikan usai meninjau penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur setelah tiba di lokasi pada pukul 19.00 WIB pada hari ini.

Peninjauan dilakukan setelah sebelumnya Menhut Raja Antoni intensif selama tiga hari memimpin langsung penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng. Kali ini, Menhut mengecek langsung kondisi lahan yang terbakar di wilayah Sampit.

Di lokasi, Menhut melihat kondisi lahan yang terdampak kebakaran sekaligus memantau proses pemadaman. Karhutla terjadi di lahan gambut sehingga penanganannya membutuhkan perhatian agar api tidak kembali muncul dari titik-titik yang telah dipadamkan.

Sejumlah unsur terlibat langsung dalam penanganan di lapangan. Petugas Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga relawan bersama-sama melakukan pemadaman.

Menhut Raja Antoni meminta seluruh petugas memastikan api benar-benar padam setelah proses pemadaman dilakukan. Pemantauan juga perlu terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api di lahan yang telah terbakar.

Di lapangan hadir Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, Dandim 1015 Sampit Letkol Inf. Dwi Candra Setyawan, serta Asisten II Hawianan. Turut hadir Kalaksa BPBD Kotim Imam Subekti, Ketua Harian Tim Penanganan Karhutla Rihel, Kadinsos Waren, Kadis PU Mintana Dhinar, dan Kadis DLH Gusti Mukaffi.