NADIKABAR.COM — Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NadiKabar) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pengelolaan gambut yang dilakukan masyarakat di Riau akan menjadi salah satu rujukan dalam persiapan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Menhut Raja Antoni dalam keterangannya yang diterima di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu, mengatakan pembentukan badan tersebut merupakan tindak lanjut keputusan Presiden Prabowo Subianto setelah mendengarkan masukan para ilmuwan dan akademisi.
Ia menilai, pengelolaan gambut perlu dilakukan secara serius dengan pendekatan berbasis riset.
Lebih lanjut, Menhut menyebut lokasi praktik pengelolaan gambut di Desa Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, sebagai “laboratorium hidup” yang dapat menjadi tempat pembelajaran bagi badan baru setelah terbentuk.
Praktik yang telah dilakukan masyarakat nantinya diharapkan dapat dipelajari dan direplikasi di wilayah lain terutama di enam provinsi prioritas yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Untuk belajar dari apa yang sudah dipelajari dan kemudian direplikasi ke tempat-tempat lain di enam provinsi yang lain,” kata Menhut Raja Antoni.
Ia mengatakan praktik pengelolaan gambut di Desa Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, peneliti, masyarakat, dan sektor swasta.
Salah satu praktik yang dilihat yakni pengelolaan tata air gambut (water sharing) melalui sekat kanal agar kebutuhan masyarakat tetap berjalan tanpa membuat gambut menjadi kering.
“Pelajarannya adalah semua harus bekerja sama, bergotong-royong, mulai dari pemerintah, peneliti, pengusaha juga, setiap privat sektor harus terlibat bersama,” ujar dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pengelolaan lahan gambut sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak terus berulang.
Melalui BPGMN, pemerintah mendorong pengelolaan gambut yang terintegrasi mulai dari pencegahan, pemetaan dan deteksi dini hingga penguatan respons ketika terjadi kebakaran.