NADIKABAR.COM — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp200 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel).

Menhut dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan bantuan tersebut disalurkan dalam dua tahap langsung ke pemerintah provinsi dan sejumlah kabupaten/kota.

“Tahap pertama Banpres dari Presiden Prabowo sudah keluar. Banpres ini dilihat dari status kedaruratan," ujar Raja Juli Antoni.

Pada tahap pertama, Banpres sebesar Rp100 miliar telah disalurkan kepada Provinsi Sumsel dan empat kabupaten, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Ilir.

Lebih lanjut, tahap kedua dari Banpres yaitu sebesar Rp100 miliar telah disalurkan kepada 10 kabupaten/kota.

Sepuluh daerah penerima pada tahap kedua, yakni Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kota Palembang, Ogan Komering Ulu Selatan, Musi Rawas, Empat Lawang, Kota Prabumulih, dan Lahat.

“Dengan demikian, total Banpres yang telah disalurkan Presiden Prabowo untuk penanganan karhutla di Sumatera Selatan mencapai Rp200 miliar,” kata dia lagi.

Selain itu, Menhut menegaskan bantuan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan status kedaruratan penanganan karhutla di daerah.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah menggunakan dana tersebut secara transparan dan akuntabel serta memastikan penyerapan berkaitan langsung dengan penanganan karhutla.

“Mohon digunakan dengan transparan dan akuntabel. Ini dana dari Presiden Prabowo Subianto untuk karhutla, maka dipergunakan untuk yang berkaitan dengan karhutla,” ujar Raja Antoni.

Menhut juga menegaskan Banpres tersebut merupakan dukungan tambahan di luar dana siap pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), anggaran Kementerian Kehutanan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dan water bombing, serta di luar anggaran yang bersumber dari APBD.

“Pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus bersinergi untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya tersebut dalam memperkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan,” ujarnya pula.