NADIKABAR.COM — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan sejumlah kendala evakuasi Helikopter Mi-17V5 yang mengalami insiden saat menjalankan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan, kondisi air yang sangat keruh dan berlumpur membuat jarak pandang para penyelam sangat terbatas.
Saat penyelaman sebelumnya, kondisi air membuat penyelam tidak dapat melihat badan helikopter dan hanya bisa mengandalkan perabaan.
“Jadi kendalanya ini yang harus disampaikan. Pertama memang visibility bagi para penyelam sangat terbatas, airnya sangat kotor, sangat keruh, berlumpur. Sehingga kemarin juga dicoba dimasuki (penyelam), sama sekali tidak bisa dilihat. Jadi hanya bisa meraba badan helikopter tersebut,” ujar Menhut Raja Antoni.