Di koridor Ibrahim Adjie, aktivitas kuliner seolah tak pernah tidur selama 24 jam. Namun, saat waktu sarapan tiba, serabi tetap menjadi primadona yang paling diburu di tim redaksi kepulan uap nasi kuning, bubur ayam, hingga lontong sayur.
Surabi Eden mengambil posisi di lokasi yang terbilang premium, tepatnya di perempatan Rancabango. Titik ini diklaim memiliki sudut pandang panorama paling menawan dibandingkan spot lainnya di sepanjang jalan tersebut. Meski berbahan dasar sederhana-tepung beras dan santan-serabi di sini hadir dengan berbagai karakter rasa.
Pengunjung bisa memilih varian gurih dengan topping abon atau telur yang dipadukan dengan pedasnya sambal hijau dan merah. Bagi penyuka rasa manis, tersedia pilihan klasik seperti keju dan cokelat yang lumer di atas serabi panas. Meski hanya berjualan di lapak bersahaja, suasana yang ditawarkan sanggup membuat siapa pun betah duduk berlama-lama.
Andri, salah satu pengelola Surabi Eden, menceritakan jadwal operasional kedainya yang kini memasuki tahun kedua perjalanannya.